Perkuat Penanggulangan TBC, Pemkab Sidoarjo Libatkan Desa hingga
Masyarakat
Kemenkes Tambah 3 X-ray Portable dan Berikan Honor 656 Kader Rp 500 Ribu
Per Bulan
Siarpos., Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat
penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui peningkatan upaya-upaya
penemuan kasus, layanan kesehatan, hingga pendampingan pasien. Upaya tersebut
dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, para
kader, dunia usaha, serta masyarakat.
Penguatan tersebut ditandai dengan Deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga
Tuberkulosis Tingkat Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa
(29/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus
Octavianus hadir bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Keduanya
juga melakukan kunjungan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo dan Balai Pelayanan
Sosial PMKS Jalanan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tujuannya,
melihat langsung layanan serta penanganan kesehatan masyarakat di Sidoarjo.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana hadir mewakili Bupati Sidoarjo H Subandi SH
MKn. Dalam sambutannya, dia menekankan bahwa penanggulangan TBC tidak bisa
hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Peran pemerintah desa dan kelurahan,
kader, keluarga, serta masyarakat juga menjadi bagian penting untuk mempercepat
penemuan kasus dan memutus rantai penularan.
“Penanggulangan TBC bukan hanya urusan tenaga kesehatan. Ini urusan kita
bersama. Karena itu, penanggulangannya juga harus dilakukan bersama,” ujarnya.
Menurut Wabup Mimik Idayana, ada tiga hal yang perlu diperkuat. Pertama,
memperbanyak penemuan kasus dan memastikan pasien menjalani pengobatan
sampai tuntas. Kedua, memutus rantai penularan yang dimulai dari keluarga dan
lingkungan sekitar. Ketiga, mengoptimalkan peran lintas sektor melalui pemerintah Pemkab Sidoarjo siap berkolaborasi. Membasmi TBC memang tidak mudah. Tetapi
kalau kita bergerak bersama, TBC akan dapat kita tanggulangi bersama,” katanya.
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, hingga 25 September 2026,
sebanyak 3.849 kasus TBC telah ditemukan dan 3.484 kasus telah mendapatkan
penanganan pengobatan. Capaian pengobatan sudah mencapai 90,5 persen.
Kondisi tersebut, lanjut Wabup Mimik Idayana, menjadi salah satu fokus yang terus
dikejar melalui penguatan penemuan aktif. Pelacakan kontak serumah dan skrining
diperluas ke berbagai lokasi yang memiliki risiko penularan. Di antaranya, fasilitas
kesehatan, pesantren, tempat kerja, dan permukiman padat. Selain penemuan kasus,
Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) juga masih perlu diperkuat.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus
mengatakan, percepatan penanggulangan TBC membutuhkan penguatan layanan
kesehatan sekaligus pelibatan masyarakat. Pemerintah juga terus memperkuat sarana
dan prasarana pelayanan kesehatan. Termasuk, dukungan pemeriksaan untuk
mempercepat penemuan kasus.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kabupaten Sidoarjo mendapatkan tambahan tiga
unit X-ray portabel. Dengan satu unit yang tersedia sebelumnya, total saat ini ada
empat unit X-ray portabel. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung
pemeriksaan dan penemuan kasus TBC.
Selain dukungan alat, dr Benjamin menyebut sebanyak 656 kader akan mendapatkan
dukungan honor sebesar Rp500 ribu per kader setiap bulan.
“Peran kader sangat penting karena mereka berada dekat dengan masyarakat. Para
kader membantu penemuan kasus, pelacakan kontak, serta pendampingan
masyarakat. Termasuk mengantisipasi pola hidup yang menjadi faktor risiko
penularan,” kata Benjamin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina
menegaskan, penguatan program penanggulangan TBC akan terus dilakukan melalui
penemuan aktif, layanan yang terhubung, serta pemberdayaan masyarakat.
“Rumah sakit, klinik, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lain didorong
untuk memastikan setiap kasus yang ditemukan segera mendapatkan pengobatan(cak sokran)










