Subandi dan Sriatun Subandi Terima Penghargaan Nasional atas Upaya Percepatan Penurunan Stunting
SIDOARJO, SIARPOS.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas keluarga dan mempercepat penurunan angka stunting mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Bupati Sidoarjo Subandi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas berbagai upaya dan inovasi yang telah dilakukan Pemkab Sidoarjo dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, serta mendukung percepatan penurunan stunting.
Berbagai program unggulan yang dijalankan pemerintah daerah dinilai memiliki kontribusi terhadap pelaksanaan program prioritas nasional. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin. Penghargaan diterima oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi.
Prosesi penyerahan berlangsung dalam acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/10/2026).
Apresiasi dari pemerintah pusat ini menjadi pengakuan atas konsistensi Kabupaten Sidoarjo dalam menjalankan sejumlah program pembangunan keluarga yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga lanjut usia.
Beberapa program prioritas yang dilaksanakan di antaranya Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan bahwa pembangunan keluarga berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan peran salah satu orang tua. Menurutnya, keterlibatan ayah dan ibu secara seimbang sangat dibutuhkan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Karena itu, Pemkab Sidoarjo terus mendorong peningkatan partisipasi ayah dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerbitkan surat edaran mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor serta Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah atau Gamas.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para ayah untuk terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan anak. Kehadiran ayah dalam momen penting di sekolah juga menjadi salah satu bentuk dukungan emosional bagi anak.

Subandi menilai, keterlibatan orang tua dalam pendidikan bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi sekolah, melainkan juga membangun kedekatan dan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak.
“Gerakan ini bertujuan menguatkan peran serta ayah dalam pengasuhan sekaligus mempererat ikatan emosional anak dalam mendampingi proses pendidikannya,” ujar Subandi.
Selain memperkuat ketahanan keluarga melalui keterlibatan orang tua, Pemkab Sidoarjo juga terus mengembangkan berbagai langkah untuk menekan angka stunting. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pelayanan posyandu serta peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.
Menurut Subandi, pencegahan stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan hanya melalui intervensi kesehatan. Perbaikan pola hidup, kebersihan lingkungan, serta perubahan perilaku masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang sehat.
Salah satu capaian yang berhasil diraih Kabupaten Sidoarjo adalah dinyatakannya daerah tersebut memenuhi status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar berdasarkan hasil verifikasi tim dari Provinsi Jawa Timur.
“Pelaksanaan STBM tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana sanitasi, tetapi lebih menitikberatkan pada perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani, menjelaskan bahwa berbagai program prioritas nasional telah diterapkan melalui sejumlah kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satunya adalah Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Dalam pelaksanaannya, Pemkab Sidoarjo menjalin kemitraan dengan sekitar 32 pengelola tempat penitipan anak atau daycare.
Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan pengasuhan anak melalui penerapan standar pengasuhan yang lebih baik. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak selama berada di tempat penitipan.
Melalui Tamasya, penyelenggaraan layanan pengasuhan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penitipan anak, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan, keamanan, serta kebutuhan tumbuh kembang anak.
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo juga memberikan perhatian terhadap kelompok lanjut usia melalui Program Lansia Berdaya atau Sidaya.
Salah satu bentuk implementasi program tersebut diwujudkan melalui Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Program ini merupakan pendidikan nonformal yang dirancang untuk membantu masyarakat lanjut usia agar tetap memiliki kondisi kesehatan yang baik, mandiri, aktif, dan produktif.
Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam Selantang, mulai dari pemeriksaan kesehatan secara gratis, senam kebugaran, hingga penyuluhan mengenai pemenuhan gizi seimbang.
Heni menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para lansia untuk memperoleh pengetahuan sekaligus menjaga kualitas hidup pada masa lanjut usia.
“Selantang merupakan pendidikan nonformal agar warga lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Kegiatan di dalamnya mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, senam kebugaran, hingga penyuluhan gizi seimbang,” kata Heni.
Dengan penguatan berbagai sektor tersebut, Sidoarjo diharapkan mampu terus berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting, peningkatan ketahanan keluarga, serta pembangunan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (ADV, cak Sokran)












