FAKTA AKTUAL TERPERCAYA
Indeks

TP PKK Sidoarjo Tancap Gas Tekan Stunting 2026, Sinergi Kecamatan hingga Desa Diperkuat

Sidoarjo, siarpos.com – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, saat berlangsung pelantikan jajaran Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Prosesi pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Istri Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi PKK di tingkat kecamatan, terutama setelah adanya penempatan beberapa camat baru di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo beberapa waktu lalu. Dengan adanya rotasi camat tersebut, diperlukan pembaruan kepengurusan TP PKK agar program kerja organisasi dapat terus berjalan secara optimal dan terkoordinasi.

Pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, namun juga dinilai sebagai langkah strategis dalam memastikan kesinambungan gerakan pemberdayaan keluarga. Pergantian camat secara otomatis turut memengaruhi struktur kepengurusan TP PKK di wilayah masing-masing, mengingat Ketua TP PKK Kecamatan umumnya dijabat oleh istri camat. Oleh karena itu, pengukuhan kepengurusan melalui pelantikan resmi menjadi hal yang sangat penting agar para Ketua TP PKK Kecamatan yang baru dapat bekerja secara sah dan memiliki dasar hukum dalam menjalankan perannya di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi turut memberikan sambutan dan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan pelantikan jajaran Ketua TP PKK Kecamatan tersebut. Ia menegaskan bahwa TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan keluarga. Menurutnya, keberadaan PKK memiliki kontribusi besar dalam memperkuat program pembangunan daerah, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan keluarga, serta peningkatan ekonomi rumah tangga. Bupati Subandi juga mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan hanya sekadar seremonial, namun menjadi awal dari tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara nyata di lapangan.

Selain itu, Bupati Subandi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar berbagai program PKK dapat berjalan selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Sidoarjo tahun 2026. Ia mengajak seluruh jajaran Ketua TP PKK Kecamatan yang baru dilantik untuk tidak ragu terjun langsung ke masyarakat, memperkuat peran kader di tingkat desa, serta aktif mendampingi keluarga-keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Bupati Subandi juga menyatakan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan terhadap gerakan PKK agar semakin solid, produktif, dan mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam keterangannya, dr. Sriatun Subandi menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas belaka. Ia menjelaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bentuk pemberian legitimasi hukum sekaligus penguatan legalitas bagi para Ketua TP PKK Kecamatan yang baru. Dengan adanya Surat Keputusan (SK) resmi, para Ketua TP PKK Kecamatan diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsi organisasi dengan lebih mantap, percaya diri, serta terarah. Menurutnya, legalitas merupakan hal penting agar para pengurus memiliki kewenangan yang jelas dalam menjalankan program PKK di wilayah masing-masing.

“Kami melantik para Ketua TP PKK Kecamatan agar mereka memiliki SK yang sah. Dengan adanya SK ini, mereka tidak akan ragu lagi dalam menjalankan tugas sesuai tupoksinya. Ini memberikan rasa mantap dan percaya diri bagi mereka untuk bergerak di wilayah masing-masing,” ujar dr. Sriatun. Ia juga menambahkan bahwa setelah pelantikan, para Ketua TP PKK Kecamatan harus segera memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan seluruh kader serta perangkat desa agar gerakan PKK semakin aktif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Sriatun berharap setelah pelantikan ini, seluruh Ketua TP PKK Kecamatan dapat segera membangun sinergi dan kolaborasi yang kuat mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa-desa. Menurutnya, sinergi tersebut sangat diperlukan untuk menyukseskan 10 Program Pokok PKK yang menjadi dasar gerakan pemberdayaan keluarga. Ia menegaskan bahwa program-program tersebut harus menyentuh langsung masyarakat dan tidak berhenti pada kegiatan administratif saja. Oleh sebab itu, peran Ketua TP PKK Kecamatan sangat vital sebagai penghubung antara kebijakan kabupaten dengan implementasi program di tingkat desa.

Dalam pelaksanaan program tahun 2026, salah satu isu strategis yang menjadi perhatian utama adalah penanganan stunting. dr. Sriatun mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kenaikan angka stunting di Kabupaten Sidoarjo. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya angka stunting berada di kisaran delapan persen, namun kini meningkat menjadi sekitar sepuluh persen. Kondisi tersebut menurutnya harus menjadi alarm bagi seluruh pihak, karena stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga memengaruhi kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

“Harapan kami di tahun 2026 ini, stunting di Kabupaten Sidoarjo bisa menurun drastis. TP PKK di semua level harus turun langsung dan bekerja sama agar permasalahan anak stunting ini bisa teratasi sepenuhnya,” tegasnya. Ia menekankan bahwa upaya penanganan stunting membutuhkan komitmen bersama, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat tentang pemenuhan gizi seimbang, kesehatan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala.

Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menekan angka stunting di wilayah Sidoarjo. Dalam keterangannya, pihak Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan, namun membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk TP PKK sebagai pendamping langsung keluarga di lingkungan desa dan kecamatan. “Penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu. Kami membutuhkan dukungan dari TP PKK karena mereka memiliki jaringan kader yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dengan pendampingan yang konsisten, edukasi gizi, dan pemantauan rutin, target penurunan stunting bisa lebih cepat tercapai,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Dinas Kesehatan juga menekankan bahwa langkah-langkah intervensi seperti pendampingan keluarga berisiko, pemberian makanan tambahan, pemantauan ibu hamil, serta penguatan posyandu harus terus diperkuat hingga tingkat desa. Menurutnya, semakin kuat koordinasi antara tenaga kesehatan dan kader PKK, maka semakin besar peluang untuk menurunkan angka stunting secara signifikan di tahun 2026.

Dengan dilantiknya pengurus baru ini, TP PKK Kabupaten Sidoarjo optimistis target-target kesejahteraan keluarga dapat tercapai lebih maksimal. dr. Sriatun menjelaskan bahwa terdapat tiga fokus utama yang menjadi arah kerja organisasi ke depan. Pertama adalah akselerasi program, yakni mempercepat implementasi 10 Program Pokok PKK agar benar-benar menyentuh masyarakat terbawah. Program PKK harus menjadi gerakan nyata yang dapat membantu keluarga meningkatkan kualitas hidup mereka, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi.

Fokus kedua adalah intervensi stunting melalui pendampingan intensif terhadap keluarga berisiko stunting. Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat sementara, namun dilakukan secara berkelanjutan melalui monitoring dan pembinaan rutin. Dengan pendampingan yang lebih intensif, PKK diharapkan dapat berkontribusi besar dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sidoarjo. Sementara fokus ketiga adalah sinergitas berjenjang, yakni memperkuat komunikasi dan koordinasi antar penggerak PKK mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Sriatun menegaskan bahwa tidak boleh ada sekat komunikasi di antara jenjang organisasi, karena koordinasi yang baik akan mempercepat penanganan masalah sosial dan meningkatkan efektivitas program.

Menutup kegiatan tersebut, dr. Sriatun menyampaikan bahwa dalam waktu dekat para Ketua TP PKK Kecamatan diharapkan segera melakukan koordinasi singkat untuk menyusun langkah taktis dan program prioritas yang akan dijalankan di wilayah masing-masing. Ia menegaskan bahwa gerakan PKK harus responsif, cepat, dan tepat sasaran dalam menghadapi tantangan sosial masyarakat tahun 2026. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah serta kolaborasi seluruh kader hingga tingkat desa, TP PKK Kabupaten Sidoarjo optimistis mampu mewujudkan target penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga secara lebih signifikan. (ADV/Cak Sokran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *